Logo REICHAS CHELEBESKLIPING RCS.CBSBaca. Pahami. Bagikan.Materi belajar

Pendakian massal 17 Agustus: bendera berkibar di puncak, sampah menggunung di jalur

Setiap Agustus ribuan pendaki naik serentak untuk upacara bendera di puncak; yang tersisa di jalur adalah sampah, tanah tergerus, dan vegetasi yang terinjak.

Rubrik SampahSampahKonservasi
Digunting 1 Agustus 2026 oleh Cece Meri · ditinjau Cece Meri · Nasional
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Potongan berita

Tren pendakian gunung membuat volume sampah di gunung meningkat, menurut catatan Trashbag Community yang dikutip Kompas. Masifnya aktivitas pendakian dalam lima tahun terakhir membawa dampak berlapis: perilaku satwa berubah, dan volume sampah pendaki membengkak. Puncak kunjungan hampir selalu jatuh pada pekan 17 Agustus, ketika ribuan orang naik serentak untuk mengibarkan bendera di ketinggian.Dikutip dari Kompas, 18 Agustus 2017. Baca berita aslinya

Konteks dari meja kurasi

Mengibarkan bendera di puncak terasa heroik, tetapi mengukur nasionalisme dari ketinggian yang dicapai adalah salah alamat. Massa sebesar itu menginjak vegetasi rapuh, memperlebar jalur, dan meninggalkan tumpukan sampah di kawasan yang sebagian berstatus konservasi — tepat ketika pemerintah menargetkan persoalan sampah nasional selesai akhir 2027, seperti dilaporkan CNBC Indonesia (30 Juli 2026). Kain merah putih yang berkibar sehari tidak menebus botol plastik yang tertinggal bertahun-tahun. Cinta tanah air yang paling sederhana justru jarang difoto: menjaga tanahnya tetap hidup.

Pelajaran yang bisa dibawa

Vonis

Fakta

Catatan kurasi
Konteks dan pelajaran di atas ditulis oleh pengelola Kliping RCS.CBS. Kutipan berita dipakai secukupnya untuk keperluan pendidikan, dan hak ciptanya tetap milik Kompas. Keberatan atas kutipan ini bisa dikirim ke kliping.rcscbs@gmail.com.

Buka di portal — lengkap dengan narator, rak baca, dan kliping serupa