Di gunung, penolong pertama bukan tim SAR: PPGD dan sepuluh menit yang menentukan nyawa
Di jalur pendakian, bantuan medis terdekat bisa berjarak berjam-jam; sepuluh menit pertama sepenuhnya ada di tangan kelompokmu sendiri.

Foto Ilustrasi
Potongan berita
PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) wajib dipelajari sebelum mendaki, tulis MAWAPALA Walisongo dalam panduannya. Langkah dasarnya dikenal sebagai A-B-C-D: Airway (memastikan jalan napas terbuka), Breathing (memeriksa pernapasan), Circulation (mencegah perdarahan dan menjaga sirkulasi), dan Disability (menilai kesadaran dengan skala A-V-P-U: Alert, Verbal, Pain, Unresponsive).Dikutip dari MAWAPALA Walisongo, 2 April 2021. Baca berita aslinya
Konteks dari meja kurasi
Sebagian besar kematian di gunung bukan disebabkan luka yang mustahil ditangani, melainkan menit-menit awal yang terbuang: korban hipotermia dibiarkan berpakaian basah, patah tulang digerakkan sembarangan, atau penurunan kesadaran disangka sekadar kelelahan. PPGD bukan keterampilan khusus tim SAR; ia kompetensi dasar setiap anggota kelompok, sama wajibnya dengan membawa air. Kelompok yang paham PPGD mengubah menunggu bantuan menjadi membeli waktu sampai bantuan tiba.
Pelajaran yang bisa dibawa
- Kuasai urutan A-B-C-D dan penilaian kesadaran A-V-P-U sebelum mendaki — latih di basecamp, bukan dibaca saat panik.
- Hipotermia ditangani dengan menghentikan kehilangan panas: ganti pakaian basah, selimuti, isolasi dari tanah; jangan beri minum korban yang kesadarannya menurun.
- Bawa P3K yang benar-benar kamu pahami isinya, dan sepakati jalur evakuasi serta pembagian peran sebelum berangkat.
Vonis
Fakta
Catatan kurasi
Konteks dan pelajaran di atas ditulis oleh pengelola Kliping RCS.CBS. Kutipan berita dipakai secukupnya untuk keperluan pendidikan, dan hak ciptanya tetap milik MAWAPALA Walisongo. Keberatan atas kutipan ini bisa dikirim ke kliping.rcscbs@gmail.com.
Konteks dan pelajaran di atas ditulis oleh pengelola Kliping RCS.CBS. Kutipan berita dipakai secukupnya untuk keperluan pendidikan, dan hak ciptanya tetap milik MAWAPALA Walisongo. Keberatan atas kutipan ini bisa dikirim ke kliping.rcscbs@gmail.com.
Buka di portal — lengkap dengan narator, rak baca, dan kliping serupa